Cintawana, Tasikmalaya

Posted on 9 Maret9, 2018
Rating
0.0
Status Open now

Nama Pontren                         : Pondok Pesantren Cintawana

Alamat                                    : JL. Raya Cintawana, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa barat

Tlp. 0265-545414

Pendiri                                     : KH. Moh. Toha

Tahun Berdiri                          : 1917

Pimpinan                                 : KH. Adang Sopyan, Lc., M.Pd.

Jumlah Santri                          : 860 orang

Jumlah Guru/Ustadz               : 65 orang

Ciri Khas/Kajian Utama         : Santri takhassus

 

 

Profil

Pesantren Cintawana didirikan pada 1917 oeh KH. Moh. Toha, yang lahir tahun 1812 M. Ia keturunan ke-9 dari Syekh Abdullah Muhyi Pamijahan Karangnunggal, penyebar agama islam di Tasikmalaya, sekitar abad XV M. Pendidikan KH. Moh. Toha dimulai di Pesantren Simanggu Siawi Tasikmalaya, Pesantren Kresek, Garut selama 9 tahun, Pesantren Kudang selama 3 tahun, Pesantren Cipahit, Garut selama 4 tahun dan di Makkah, Saudi Arabia 9 tahun.

Sekembalinya dari Makkah tahun 1915, ia mendirikan Pesantren Cipancor, desa Bumiasih, Ciawi, Tasikmalaya, atas desakan pemerintah Belanda tahun 1917, ia hijrah ke Singaparna, dan atas bantuan kepala desa sikunteun, Singaparna mendirikan Pesantren Cintawana.

Moh. Toha wafat pada tahun 1945 dan kepemimpinan Pesantren dilanjutkan putra sulungnya, KH. Ali sampai dengan tahun 1948. Sepeninggalan KH. Ali, Hj. Siti Hapsyah, istri KH. Toha memanggil pulang putra ketiganya, KH. Ishaq Farid yang sedang belajar di UGM dan UII Yogyakarta, untuk memegang kepemimpinan pesantren di Gunungpuyuh.

Sejak itu Pesantren Cintawana dirintis kembali dan dibantu KH. Toha Muslih, KH. Onang Jaenal Mustaqiem, KH. Damamini, KH. Alil, Drs. Ishaq Sholih, KH. Iing Sihabuddin, KH. Aep Saefullah, Drs. Eded Hasan, Udin Supandi dan lain-lain. KH. Ishaq Farid wafat pada tahun 1987 digantikan oleh adik kandungnya KH. Onang Jaenal Mustaqiem. Ia dibantu oleh putra dan menantu antara lain KH. Adang Sopyan, alumni universitas islam Madinah, KH. Aep Saefullah, KA. Rosyidin, KA. Suja’i, Hj. Ipin Sopiyah.

Organisasi Kelembagaan

            Dalam menetapkan kebijakan Pondok Pesantren Cintawana, pimpinan pesantren melaksanakan musyawarah dengan Badan Musyawarah Pesantren (BMP), yang merupakan lembaga tertinggi di Pesantren. BMP terdiri dari ulama, tokoh masyarakat, ustadz, dan beberapa santri yang ditunjuk menjadi anggota BMP adalah pimpinan pondok pesantren.

 

Adapun susunan pengurus Pondok Pesantren Cintawana sebagai berikut :

  1. Dewan Pembina :
  • Letjen TNI (pur.) H. Mashudi
  • Ahmad Syam, SPd., MPd.
  1. Pengurus
  • Pimpinan Pesantren : Onang Zaenal Muttaqin
  • Ketua Yayasan :Adang Shofyan, Lc.
  • Sekretaris :Drs. Adang Abdullah
  • Bendahara :Dra. Hj. Didah Saidah Farid
  • Kabid Kesantrian : Aep Saepullah
  • Kabid Perwakafan : Rosyiddin
  • Kadib keputrian : Nyai Hj. Pipin Shopia
  • Kadib Mudaris :Ahmad suja’i
  • Kabid humas: Drs. Eded Hasan
  • Kabid Ekonomi : Drs. M. Sanusi
  • Kadib Kesehatan :Thoha Muslim
  • Kabid Litbang :Drs. Oco Bushro

 

Setiap ketua bidang bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran dan keberhasilan bidangnya masing masing di bawah pengawasan dan bimbingan Pondok Pesantren.

Kondisi Masyarakat dan Potensi Wilayah

Kondisi sosial kemasyarakatan sekitar Pondok Pesantren Cintawana, merupakan masyarakat agamis yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma islami sejak zaman dahulu bahkan sebelum jaman kemerdekaan. Pesantren ini berlokasi di Desa Cintawana, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Daerah Tasikmalaya khususnya, termasuk di dalamnya Kecamatan Singaparna, Memiliki masyarakat yang normatif dan agamis. Bahwa Kabupaten Tasikmalaya merupakan Kabupaten dengan jumlah pesantrennya terbanyak di Indonesia, Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat Tasikmalaya merupakan masyarakat agamis.

Dalam pengembangan Pondok Pesantren ini. Cintawana tidak hanya merekrut para santri dari Tasikmalaya saja, melainkan juga dari berbagai pelosok daerah, di Jawa Barat khususnya dan umumnya dari pulau Jawa.

Penyelenggaraan Pendidikan

  1. Pendidikan Formal :

Pendidikan sekolah di Cintawana, dibawah pengendalian Drs. Eded Hasan. Sekolah yang diselenggarakan pesantren ini meliputi :

  1. Taman Kanak-kanak (TK)
  2. Sekolah Dasar Negeri (SDN)
  3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  4. Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)
  5. Sekolah Menengah Umum/Atas (SMU/SMA)
  6. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK/STM)
  1. Pendidikan Pondok Pesantren

Pendidikan Pondok Pesantren ini dipimpin oleh KH. Aep Saefullah yang mengkordinir berbagai aktifitas yang berkaitan dengan :

a. Pondok Pesantren

Lembaga ini juga mengelola pendidikan santri takhassus, yaitu santri yang sepenuhnya mengaji atau mendalami kitab kuning serta praktek ibadah.

b. Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKQ)

TK ini didirikan pada tahun 1988 dengan menggunakan kurikulum TK dan Pesantren.

c. Madrasah Diniyah

Kehadiran Madrasah Diniyah usianya hampir sama dengan Pondok Pesantren. Mengelola sebanyak 200 murid yang dibina oleh para santri senior, sebagai persiapan sebelum terjun ke masyarakat. Ketua Bidang pendidikan santri bertanggungjawab penuh terhadap kelancaran pendidikan di bawah pengawasan pimpinan pesantren.

  1. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kursus

Kegiatan  ekstrakurikuler itu antara lain : pelatihan koperasi, BMT dan komputer. Untuk pelatihan komputer masih terbatas pada lingkungan pondok pesantren, dan belum bersifat komersial, karena baru memiliki 2 buah perangkat komputer.

 

Kegiatan Ekonomi dan Pengembangan Masyarakat

  1. Kegiatan Ekonomi

a. Koperasi Pondok Cintawana (KOPCI). Jumlah anggota 190 orang dengan unit usaha : simpan pinjam, mini market dan kiospon.

b. BMT (Bait Mal Wattamwil)

Didirikan pada tahun 1996 dan diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tasikmalaya. Kegiatan usaha yang dikembangkan masih terbatas pada simpan pinjam.

  1. Kegiatan Pengembangan Masyarakat

a. Kegiatan untuk masyarakat sekitar. Dalam pendidikan masyarakat, Aktivitas Pondok Pesantren sangat menonjol dengan mengadakan berbagai macam kegiatan antara lain : Pengajian bapak-bapak, pengajian ibu-ibu, pengajian mingguan, pengajian bulanan, pengajian hari besar islam.

b. Kegiatan untuk masyarakat umum. Kegiatan ini meliputi aktivitas pesantren di luar masyarakat sekitar. Kegiatan ini seperti melalui pramuka atau kegiatan pengajian diluar masyarakat sekitar.

Program Pengembangan Pondok Pesantren

  1. Bidang Fisik

Dalam pengembangan bidang fisik, pesantren menggalang dana melalui sumbangan dari berbagai pihak yang tidak mengikat. Bahkan tidak sedikit masyarakat atau wali santri yang datang untuk memberikan infaq dengan nilai yang sangat besar, sehingga pesantren mampu membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana fisik Pondok Pesantren Cintawana ini.

  1. Bidang Sumber Daya Manusia

Dalam pengembangan sumber daya manusia (non fisik) khususnya para santri, selain diberikan ilmu dakwah dan keterampilan islamiyah, juga dibekali dengan ilmu pendukung lainnya melalui sekolah lanjutan formal.

Apakah ini pesantren anda?

Daftar klaim adalah cara terbaik untuk mengelola dan melindungi informasi pesantren Anda

Claim it now!

Write a Review

Klik untuk menilai

Klaim Listing Ini

Klaim cantuman Anda untuk mengelola halaman daftar. Anda akan mendapatkan akses ke dasbor daftar, tempat Anda dapat mengunggah foto, mengubah konten daftar dan banyak lagi.